Bencana alam tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga luka yang tak selalu terlihat. Di SDI Lengkosambi, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, anak-anak menjadi kelompok yang paling merasakan dampak ini. Sejak gempa mengguncang pada 15 Agustus 2026, aktivitas belajar mereka masih terhenti karena kondisi sekolah yang belum layak digunakan.
Menjawab kebutuhan itu, Relawan Nusantara hadir di SDI Lengkosambi pada Selasa, 1 September 2026, dengan satu tujuan utama, yakni memastikan mereka tidak dibiarkan menghadapi masa sulit ini sendirian. Melalui kegiatan trauma healing dan dukungan psikososial, Relawan Nusantara berupaya mengembalikan suasana ceria yang sempat hilang sejak gempa terjadi.
Ruang Aman untuk Anak-Anak SDI Lengkosambi Bermain dan Belajar
Anak-anak diajak bermain, berinteraksi, dan mengikuti berbagai kegiatan sederhana yang dirancang untuk menciptakan suasana menyenangkan. Tidak ada pelajaran formal di hari itu, yang ada hanya ruang bagi mereka untuk kembali tertawa dan berekspresi, meski hanya untuk beberapa jam.
Yoga, relawan yang terlibat langsung dalam kegiatan ini, menjelaskan tujuan di balik kehadiran mereka. “Kita hari ini datang untuk bermain dan belajar bersama anak-anak. Di tengah kondisi sekolah yang masih belum bisa digunakan seperti biasa, kami ingin memberikan sedikit ruang untuk mereka tetap ceria, berinteraksi, dan mendapatkan suasana yang menyenangkan. Semoga kegiatan ini bisa membantu anak-anak kembali bersemangat,” ujarnya.
Pentingnya Dukungan Psikososial dan Pemulihan Pendidikan Pascabencana
Kerusakan sekolah tidak hanya menghambat proses belajar mengajar secara fisik, tetapi juga mempengaruhi kenyamanan dan semangat anak-anak dalam mengikuti pendidikan. Valeria Sona S., S.Pd., salah satu guru di SDI Lengkosambi menjelaskan bagaimana dampak ini dirasakan langsung oleh siswa-siswi Lengkosambi.
“Anak-anak saat ini masih belum bisa belajar di dalam kelas seperti biasanya karena kondisi sekolah yang masih rusak. Mereka membutuhkan ruang untuk tetap belajar, bermain, dan mendapatkan pendampingan. Kegiatan seperti trauma healing ini penting agar anak-anak tetap memiliki semangat dan merasa diperhatikan di tengah kondisi yang mereka hadapi,” katanya.
Relawan Nusantara memahami bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan perbaikan bangunan sekolah. Kesehatan emosional anak-anak menjadi pondasi penting agar mereka mampu kembali menjalani proses belajar dengan semangat yang utuh.
Dampak yang Diharapkan: Semangat Belajar yang Kembali Tumbuh
Kerusakan sekolah membuat proses belajar belum bisa berjalan normal, namun semangat anak-anak untuk belajar dan bermain tidak boleh ikut runtuh. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, Relawan Nusantara berharap anak-anak SDI Lengkosambi dapat berangsur menemukan kembali rasa aman dan semangat mereka, sekalipun ruang kelas belum sepenuhnya pulih.
Setiap tawa yang berhasil dikembalikan hari ini menjadi bukti kecil bahwa kepedulian dan kehadiran relawan membawa dampak nyata bagi pemulihan anak-anak terdampak bencana.
Komitmen Relawan Nusantara dalam Bantuan Gempa NTT
Relawan Nusantara berkomitmen untuk terus hadir mendampingi anak-anak dan masyarakat terdampak gempa Ngada melalui program-program kemanusiaan berkelanjutan. Fokus bantuan tidak hanya pada pemulihan fisik, tetapi juga pada penguatan mental dan emosional anak-anak sebagai generasi penerus.
Masih ada anak-anak lain di wilayah terdampak yang membutuhkan pendampingan serupa, menunggu giliran untuk kembali merasakan ruang belajar yang aman dan menyenangkan. Dukungan dari para donatur dan masyarakat luas menjadi bagian penting dari keberlanjutan program ini.
Klik disini jika sahabat ingin ikut berkontribusi meringankan beban anak-anak Ngada. Karena di balik setiap kunjungan, ada satu senyum anak yang kembali tumbuh. Dan di balik setiap kepedulian, ada semangat belajar yang sedang dijaga.

