NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR — Sejak gempa bumi mengguncang wilayah Flores, sebagian warga Kabupaten Nagekeo memilih bertahan di sekitar rumah mereka yang rusak, hidup di tenda-tenda darurat sambil menunggu kondisi membaik. Bagi mereka, air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang paling sulit dipenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.
Merespons kondisi tersebut, Relawan Nusantara menyalurkan total 6.000 liter air bersih kepada 275 penerima manfaat di empat titik pengungsian, Kabupaten Nagekeo. Penyaluran ini menjangkau warga di Kecamatan Aesesa, tepatnya di Desa Waekokak dan Kelurahan Lape.
Kondisi Warga di Pengungsian Mandiri
Gempa bumi memaksa banyak keluarga meninggalkan rumah mereka, namun tidak semua bersedia pindah jauh dari lingkungan tempat tinggal. Sebagian memilih mendirikan tenda di sekitar rumah dan membentuk pengungsian mandiri.
Dalam kondisi seperti ini, akses terhadap air bersih menjadi terbatas. Padahal air tetap dibutuhkan untuk minum, memasak, mandi, dan menjaga kebersihan lingkungan pengungsian.
“Di saat seperti ini, air bersih sangat berarti. Hal sederhana yang biasanya mudah didapat, kini menjadi sesuatu yang sangat kami butuhkan,” ungkap salah satu warga terdampak.
Penyaluran Air Bersih di Desa Waekokak
Di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, penyaluran air bersih menjangkau empat titik pengungsian mandiri, ditambah Masjid Al Muhajirin yang turut berfungsi sebagai fasilitas umum bagi warga sekitar.
Sebanyak lima relawan terlibat langsung memastikan air bersih sampai ke setiap titik pengungsian yang membutuhkan. Proses distribusi dilakukan bertahap agar warga di lokasi tersebut mendapat bagian yang merata.
Penyaluran Air Bersih di Kelurahan Lape
Masih dalam Kecamatan Aesesa, penyaluran air bersih di Kelurahan Lape berlangsung pada 22 Agustus 2026, menjangkau enam titik pengungsian mandiri di sekitar wilayah tersebut.
Sebelumnya, distribusi juga sempat menjangkau titik pengungsian terpusat di SLB Malaruma, Kelurahan Lape, sebagai bagian dari upaya menjangkau warga yang tidak berada di sekitar rumah mereka.
Dampak Bagi Penyintas
Bagi warga yang masih bertahan di pengungsian, air bersih membantu mereka menjalani hari dengan sedikit lebih tenang. Kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak dapat terpenuhi tanpa harus menempuh jarak jauh atau menunggu bantuan datang.
Ketersediaan air juga berperan penting menjaga kesehatan lingkungan pengungsian. Sanitasi yang terjaga mengurangi risiko penyakit yang biasa muncul pascabencana, terutama di titik-titik pengungsian dengan keterbatasan fasilitas.
Kebutuhan yang Masih Berlanjut
Masa tanggap darurat di Nagekeo belum sepenuhnya berakhir. Warga di pengungsian mandiri Waekokak dan Lape masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, termasuk pasokan air bersih yang berkelanjutan.
Relawan Nusantara akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan bentuk bantuan dengan kebutuhan warga terdampak selama proses pemulihan berlangsung.
Masa darurat di Nagekeo belum berakhir, dan kebutuhan warga di pengungsian masih terus berjalan setiap hari. Klik di sini untuk ikut meringankan beban saudara kita yang terdampak gempa di Nagekeo. Karena dukungan dari kita menjadi bagian penting dari proses pemulihan mereka.

