Terima Kasih, Bu Susi Kini Bersiap Menuju Tanah Suci, Mari Lengkapi Perjalanannya

Aug 21, 2026 | Berita, Blog, Difabel

“Tidak semua perjalanan menuju Tanah Suci dimulai dengan mata yang melihat. Ada perjalanan yang dimulai dari hati yang merindu, doa yang tak putus, dan keyakinan bahwa suatu hari Allah akan membuka jalan.”

Dan kabar baik itu kini hadir.

Berkat dukungan serta kebaikan para donatur, dua sahabat tunanetra telah terpilih untuk berangkat menunaikan ibadah umrah. Salah satunya adalah Bu Susi, yang selama ini menyimpan kerinduan untuk dapat bersujud di hadapan Ka’bah.

Terima kasih kepada setiap sahabat yang telah mengambil bagian. Setiap sedekah yang diberikan bukan sekadar angka. Di dalamnya ada harapan, doa, dan kesempatan bagi saudara kita untuk memenuhi salah satu kerinduan terbesar dalam hidupnya.

Ketika Kerinduan Tak Bergantung pada Penglihatan

Salah satu calon jamaah yang terpilih adalah Susi, seorang perempuan tunanetra yang menyimpan kerinduan sederhana, tetapi begitu dalam.

Ia ingin merasakan suasana Masjidil Haram. Ia ingin melaksanakan salat di hadapan Ka’bah. Ia ingin bersujud dan mengucapkan syukur karena akhirnya Allah memberinya kesempatan untuk datang ke tempat yang selama ini hanya ia kenal melalui cerita dan suara.

Saya ingin sujud syukur di depan Ka’bah. Saya ingin mencium Ka’bah. Saya ingin sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Bagi orang yang dapat melihat, perjalanan menuju Ka’bah mungkin dapat dibayangkan melalui gambar dan pemandangan. Namun bagi Bu Susi, Tanah Suci akan dikenali melalui cara yang berbeda.

Melalui suara talbiyah yang menggema. Melalui lantunan ayat Al-Qur’an. Melalui langkah kaki para jamaah. Melalui udara yang menyentuh wajah. Melalui tangan pendamping yang menuntun langkahnya. Dan kelak, melalui sujud yang mungkin menjadi salah satu sujud paling mengharukan dalam hidupnya.

Terima Kasih, Sahabat Kebaikan

Terpilihnya dua sahabat tunanetra untuk berangkat umrah adalah kabar yang tidak mungkin terwujud tanpa dukungan banyak tangan.

Ada donatur yang mungkin bersedekah dalam jumlah besar. Ada pula yang memberikan semampunya. Ada yang mungkin hanya sekali berdonasi, ada yang terus mengiringi dengan doa. Namun kebaikan memiliki tempatnya sendiri dalam perjalanan ini.

Terima kasih telah membantu mengubah doa menjadi langkah. Terima kasih karena telah percaya bahwa keterbatasan penglihatan tidak seharusnya menjadi batas bagi seseorang untuk merasakan kesempatan beribadah di Tanah Suci. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari perjalanan dua sahabat kita menuju Makkah dan Madinah.

Perjalanan Sudah Dimulai, Tapi Masih Ada yang Perlu Kita Lengkapi

Kabar baik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Meskipun dua sahabat tunanetra telah terpilih, kebutuhan dana untuk keberangkatan masih belum terpenuhi seutuhnya.

Masih ada biaya yang perlu dilengkapi agar perjalanan mereka menuju Tanah Suci dapat terlaksana dengan baik dan aman, termasuk kebutuhan pendampingan serta kebutuhan khusus selama perjalanan.

Karena itu, kami kembali mengetuk hati para sahabat. Jika sebelumnya kebaikan Anda telah membantu membuka jalan, mari lanjutkan langkah itu hingga mereka benar-benar tiba di Tanah Suci.

Mungkin bagi kita, sebagian kecil dari rezeki yang disedekahkan terasa sederhana. Namun bagi mereka, kebaikan itu dapat menjadi tiket menuju sebuah perjalanan yang selama bertahun-tahun hanya mereka titipkan dalam doa. Mari bersama-sama sempurnakan ikhtiar ini.

Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi amal jariyah, setiap doa menjadi penguat perjalanan, dan setiap langkah mereka menuju Baitullah menjadi bagian dari pahala kebaikan para sahabat yang telah membantu.

Kini, mari kita bantu melengkapinya hingga mereka benar-benar sampai di Tanah Suci. Yuk, klik disini untuk lanjutkan sedekah terbaikmu untuk mengantarkan mereka menunaikan ibadah umrah.

Jadilah Bagian Aksi Kemanusiaan

Setiap bantuan Anda menghadirkan harapan, melindungi mereka yang rentan, dan membantu masyarakat terdampak untuk kembali bangkit.