Di tengah sunyi yang tertinggal setelah bencana, harapan kembali mengetuk pintu warga Lorong II, Desa Aekngadol-Sitinjak, Kecamatan Batangtoru, Sumatera Utara. Melalui kolaborasi kemanusiaan, Relawan Nusantara bersama Alghazi Universitas Sebelas Maret (UNS) hadir menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak, memastikan bahwa mereka tidak berjalan sendiri melewati masa sulit ini.

Kegiatan penyaluran bantuan dilakukan pada 5 dan 7 Januari 2026 sebagai respons atas kebutuhan mendesak warga pascabencana. Fokus utama bantuan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya akses air bersih dan perlengkapan kebersihan, dua hal krusial yang kerap menjadi persoalan serius setelah bencana melanda.

Krisis Air Bersih Pascabencana di Batangtoru

Bencana bukan hanya merobohkan bangunan dan memutus akses jalan, tetapi juga melumpuhkan sumber air bersih yang menjadi denyut kehidupan sehari-hari. Di Batangtoru, warga menghadapi keterbatasan air layak konsumsi dan kebutuhan sanitasi yang memadai. Kondisi ini berisiko memicu berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Melihat urgensi tersebut, Relawan Nusantara dan Alghazi UNS menyalurkan unit tandon air untuk mendukung ketersediaan air bersih di lingkungan terdampak. Kehadiran tandon ini bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi simbol pemulihan, bahwa kehidupan perlahan dapat kembali berjalan, bahwa dapur bisa kembali mengepul, dan bahwa anak-anak dapat membersihkan diri dengan layak.

Bantuan Hygiene Kit untuk Cegah Penyakit Pascabencana

Selain tandon air, paket hygiene kit juga disalurkan kepada warga. Perlengkapan kebersihan ini menjadi upaya preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah potensi wabah penyakit yang kerap muncul setelah bencana.

Bagi sebagian orang, sabun, sikat gigi, atau perlengkapan sanitasi mungkin tampak sederhana. Namun di wilayah terdampak, benda-benda tersebut berubah menjadi penopang martabat dan perlindungan kesehatan. Dalam situasi sulit, menjaga kebersihan diri adalah bentuk bertahan hidup sekaligus menjaga harapan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di lokasi terdampak agar tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan oleh warga. Interaksi hangat antara relawan dan masyarakat menjadi penguat bahwa solidaritas masih hidup dan nyata.

Kolaborasi Kemanusiaan Relawan Nusantara dan Alghazi UNS

Sinergi antara Relawan Nusantara dan Alghazi UNS menjadi contoh nyata kolaborasi lintas komunitas dalam merespons bencana di Sumatera Utara. Keterlibatan mahasiswa dan relawan menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan bukan hanya tugas lembaga besar, tetapi panggilan bersama untuk saling menguatkan.

Aksi ini tidak berhenti pada penyerahan bantuan, melainkan menjadi bagian dari proses pemulihan yang lebih luas. Kehadiran relawan memberi pesan kuat kepada warga Batangtoru: bahwa kepedulian tidak pernah surut, dan bahwa setiap kontribusi sekecil apa pun dapat menghadirkan perubahan berarti.

Dampak Nyata dan Ajakan untuk Terus Menguatkan

Bantuan satu tandon air dan sepuluh paket hygiene kit mungkin terlihat sederhana dalam angka, tetapi dampaknya terasa nyata bagi keluarga yang membutuhkannya. Air bersih yang tersedia kembali mengurangi beban harian warga. Perlengkapan kebersihan membantu menjaga kesehatan dan mencegah penyakit yang dapat memperburuk kondisi pascabencana.

Di balik setiap bantuan yang tersalurkan, ada tangan-tangan baik para donatur yang mempercayakan amanahnya. Dan di balik setiap senyum warga, ada bukti bahwa kepedulian mampu memulihkan lebih dari sekadar kebutuhan fisik, ia memulihkan harapan.

Bencana bisa datang tanpa aba-aba, tetapi solidaritas dapat kita hadirkan dengan kesadaran. Apa yang dilakukan di Batangtoru adalah pengingat bahwa ketika kita bergerak bersama, dampaknya melampaui angka dan statistik. Ia menyentuh kehidupan nyata.

Klik disini untuk ikut berkontribusi. Sebab gerakan kemanusiaan ini masih membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena di setiap wilayah terdampak, selalu ada cerita yang menunggu untuk dipulihkan, dan selalu ada harapan yang menunggu untuk dikuatkan kembali.