Alhamdulillah, titipan bantuan dari sahabat telah sampai kepada saudara-saudara kita di Kamp Pengungsi Palestina yang berada di wilayah Al-Jalil, Baebak, Lebanon. Bantuan ini disalurkan melalui Pusat Al-Qur’an Bilal bin Rabah, sebuah pusat pendidikan yang menjadi sandaran harapan bagi anak-anak pengungsi di tengah keterbatasan hidup yang telah mereka jalani bertahun-tahun.

Di tengah kondisi pengungsian yang serba minim, setiap bentuk kepedulian memiliki arti yang sangat besar. Bantuan yang datang bukan hanya menjadi penopang aktivitas harian, tetapi juga menjadi penguat semangat dan pengingat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi ujian panjang ini.

Bahan Pemanas Mazut, Kebutuhan Kecil dengan Dampak Besar

Bantuan kali ini berupa penyediaan bahan pemanas berupa solar atau mazut yang digunakan untuk penerangan dan penghangat ruang-ruang belajar. Di kamp pengungsian, akses listrik yang terbatas serta suhu yang dingin sering kali menjadi penghalang utama berlangsungnya aktivitas pendidikan, khususnya pada waktu pagi dan malam hari.

Dengan tersedianya bahan pemanas ini, ruang-ruang tahfidz kembali terang dan hangat. Aktivitas belajar yang sebelumnya terhenti kini dapat berjalan kembali secara rutin. Mazut yang mungkin tampak sederhana, pada kenyataannya menjadi sumber energi yang menjaga keberlangsungan proses belajar dan menghafal Al-Qur’an bagi anak-anak pengungsi.

Semangat Belajar 500 Santri dan Guru Kembali Menyala

Sekitar 500 santri dan santriwati, bersama para guru dan pengajar Al-Qur’an di Pusat Tahfidz Bilal bin Rabah, merasakan langsung dampak dari bantuan ini. Kehadiran anak-anak ke pusat tahfidz meningkat seiring dengan kondisi ruang belajar yang lebih layak dan nyaman.

Di balik setiap cahaya lampu yang menyala, ada anak-anak yang kembali membawa mushaf dengan wajah penuh harap. Ada guru-guru yang bisa mengajar dengan lebih tenang. Ada proses pendidikan yang kembali berjalan, meski berada di lingkungan pengungsian yang penuh keterbatasan.

Pusat Tahfidz Al-Qur’an sebagai Penjaga Masa Depan Anak-Anak

Bagi anak-anak Palestina yang hidup di kamp pengungsian, pusat tahfidz Al-Qur’an bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang aman yang menjaga iman dan identitas mereka. Di sanalah mereka menemukan ketenangan, membangun disiplin, dan menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Ketika kebutuhan dasar seperti penerangan dan kehangatan terpenuhi, anak-anak memiliki kesempatan untuk terus belajar dan bertumbuh. Bantuan bahan pemanas mazut ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di tengah kondisi yang jauh dari kata ideal.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sahabat yang terus membersamai saudara-saudara kita di Palestina dan di berbagai wilayah. Kebaikan yang dititipkan tidak berhenti pada proses penyaluran, tetapi hidup dalam setiap ayat yang dihafalkan, setiap langkah anak-anak menuju pusat tahfidz, dan setiap doa yang mereka panjatkan.

Apa yang sahabat berikan, hari ini telah berubah menjadi cahaya, kehangatan, dan semangat yang nyata di kamp pengungsian. Bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian mampu melampaui jarak dan keterbatasan.

Mari Terus Jaga Cahaya Harapan Tetap Menyala

Krisis kemanusiaan Palestina belum berakhir dan kebutuhan masih terus ada. Selama cahaya ini tetap menyala, harapan itu tidak akan padam. Mari terus menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan yang menguatkan pendidikan, iman, dan masa depan anak-anak Palestina.

Klik disini untuk terus memberikan dukungan untuk mereka. Karena sejatinya, setiap bantuan yang kita titipkan hari ini bukan sekadar donasi, melainkan investasi kemanusiaan dan akhirat yang dampaknya akan dirasakan lintas generasi.