Bekasi, Jawa Barat – Banjir yang melanda wilayah Jabodetabek kembali meninggalkan luka, terutama bagi warga Kabupaten Bekasi. Hingga hari ketiga pasca kejadian, genangan air masih bertahan di sejumlah permukiman, memaksa warga bertahan di tengah keterbatasan, ketidakpastian, dan rasa lelah yang tak terucap. Di tengah kondisi tersebut, Relawan Nusantara hadir membawa satu hal yang paling dibutuhkan para penyintas, yaitu harapan.

Banjir Bekasi Belum Usai, Aktivitas Warga Masih Terhambat

Pada Sabtu (25/01/2026), beberapa titik di Kabupaten Bekasi, khususnya Perumahan Nebraska Terrace, Desa Sukamekar, masih terendam air. Meski hujan telah reda, sisa genangan menyulitkan warga untuk kembali ke rumah. Banyak dari mereka ingin segera membersihkan hunian, menyelamatkan barang-barang yang tersisa, dan memastikan kondisi rumah aman untuk ditinggali kembali.

Namun kenyataannya, akses menuju rumah tidak semudah itu. Air yang belum surut membuat jalanan tak bisa dilalui kendaraan, bahkan untuk berjalan kaki pun berisiko. Di sinilah kehadiran relawan menjadi sangat berarti.

Respon Cepat Relawan Nusantara: Antar-Jemput Perahu untuk Penyintas

Sebagai bentuk respon cepat kemanusiaan, Relawan Nusantara membuka layanan antar-jemput menggunakan perahu karet bagi para penyintas banjir. Layanan ini difokuskan untuk membantu warga yang ingin kembali ke rumah mereka di tengah genangan air yang masih membatasi mobilitas.

Sebanyak lima orang relawan diterjunkan langsung ke lokasi. Sejak pagi hingga siang hari, mereka berjibaku di lapangan, mengantarkan satu per satu warga melintasi genangan air dengan tekad untuk memastikan warga bisa kembali ke rumah dengan aman.

Dampak Nyata di Lapangan: Lebih dari Sekadar Bantuan Teknis

Kehadiran relawan bukan hanya membantu mobilitas. Di balik setiap perjalanan juga ada rasa didengar, diperhatikan, dan tidak ditinggalkan. Bantuan ini memungkinkan warga mulai membersihkan lumpur, mengeringkan perabotan, dan secara perlahan memulihkan kehidupan mereka.

Salah satu penyintas mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran para relawan.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada para relawan yang sudah hadir ke tempat kami. Semoga Allah membalas kebaikan para relawan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ucapan sederhana itu mencerminkan dampak besar dari sebuah aksi kemanusiaan. Di tengah keterbatasan, kepedulian menjadi kekuatan yang menguatkan.

Kepedulian yang Terus Bergerak: Relawan Nusantara Siap Lanjutkan Bantuan

Relawan Nusantara tidak berhenti pada satu aksi. Pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Bantuan lanjutan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan mendesak warga, mulai dari logistik, pemulihan pascabanjir, hingga pendampingan lanjutan.

Bencana mungkin datang tanpa bisa kita prediksi, tetapi kepedulian selalu bisa dipilih. Setiap dukungan, setiap donasi, adalah energi bagi relawan untuk terus bergerak dan menjangkau lebih banyak penyintas yang membutuhkan.

Di tengah genangan air dan rumah-rumah yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran Relawan Nusantara untuk menyalurkan kebaikan sahabat menjadi bukti bahwa kemanusiaan tidak pernah surut. Klik disini untuk terus membantu saudara kita yang sedang terkena bencana. Bersama, kita bisa memastikan para penyintas tidak berjuang sendirian.