Pronojiwo masih menyimpan luka yang belum sepenuhnya sembuh sejak erupsi Gunung Semeru pada 19 November lalu. Di antara abu yang menutupi halaman rumah, aroma pasir yang terbakar, dan denting sunyi yang menggantung di udara, warga mencoba kembali menata nafas. Hari-hari pasca bencana bukan hanya tentang kerugian, melainkan bertahan hidup dengan segala keterbatasan yang tersisa. Di saat seperti itulah, Relawan Nusantara kembali hadir menemani saudara kita disana.
Pada Jumat (29/11), tim Relawan Nusantara menembus wilayah terdampak dengan membawa paket bantuan dari PT. PELNI (Persero). Sejak pagi, relawan telah bergerak dari pos pengumpulan logistik menuju titik-titik yang masih sulit diakses. Jalanan penuh material vulkanik, cuaca tak menentu, dan sinyal komunikasi yang lemah tidak menyurutkan langkah mereka. Misi mereka sederhana, memastikan setiap bantuan benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan, terutama keluarga-keluarga yang paling rentan.
Paket bantuan ini mencakup selimut hangat untuk malam-malam yang menusuk dingin, obat-obatan dan masker untuk melindungi pernapasan warga dari debu vulkanik yang masih beterbangan, serta baby kit yang sangat dibutuhkan para ibu yang berusaha menjaga kesehatan buah hati mereka di tengah kondisi serba terbatas. Lampu emergency juga diberikan agar warga memiliki penerangan yang layak di lokasi gelap yang listriknya belum sepenuhnya pulih.
Relawan Nusantara tidak hanya hadir sebagai penyalur bantuan. Mereka turun langsung, berbincang dengan warga, mendengar cerita mereka, memastikan setiap kebutuhan mendesak terpetakan dengan baik. Kehadiran relawan, dengan senyum dan kesediaan untuk membantu tanpa pamrih, memberi mereka kekuatan yang tidak bisa digantikan oleh benda apa pun.
Kolaborasi PT. PELNI (Persero) dan Relawan Nusantara Menguatkan Warga Semeru
Kolaborasi antara PT. PELNI (Persero) dan Relawan Nusantara menjadi gambaran nyata bagaimana kepedulian dapat bergerak cepat ketika dilakukan bersama. Dukungan ini tidak hanya meringankan beban secara langsung, tetapi juga menegaskan bahwa semangat gotong royong masih hidup, bahwa kemanusiaan masih menjadi pondasi yang menguatkan bangsa ini.
Semoga langkah kebaikan ini terus menjalar, mengajak lebih banyak pihak untuk hadir dalam masa pemulihan Semeru yang masih panjang. Karena bagi warga yang kehilangan banyak hal, setiap uluran tangan bukan hanya bantuan, tetapi harapan. Klik disini untuk ikut berada di garis depan, memastikan harapan itu tetap menyala.