Global Sumud Flotilla merupakan konvoi damai yang melibatkan aktivis dari 44 negara, termasuk ratusan aktivis, dokter, pengacara, jurnalis, seniman, tokoh masyarakat, dan sosok-sosok berpengaruh dunia. Gerakan ini bukan sekadar pelayaran, tetapi simbol perlawanan damai terhadap pengepungan yang memutus Gaza dari dunia luar. 72 kapal dari berbagai penjuru dunia bersiap menembus blokade dengan satu misi, mengantarkan bantuan dan menyuarakan solidaritas bagi rakyat Palestina.
Sumud Nusantara adalah gerakan gabungan mewakili negara-negara Asia. Terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Maladewa, Bangladesh, Bhutan, Thailand, Sri Lanka, Nepal, dan Pakistan. Gerakan ini terintegrasi dengan aksi Global Sumud Flotilla yang akan mendobrak blokade di Jalur Gaza.
IGPC (Indonesia Global Peace Convoy) adalah perwakilan resmi dari Indonesia dalam aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Melalui keikutsertaan ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk hadir bersama komunitas internasional dalam menyalurkan bantuan, memperjuangkan solidaritas, serta mendukung upaya damai bagi rakyat Gaza yang terdampak blokade.
Berita
Kapal Induk Global Sumud Flotilla Diserang Drone di Tunisia, Greta Thunberg & Para Aktivis Selamat
Kapal utama Global Sumud Flotilla diserang drone di Tunisia, membawa Greta Thunberg & aktivis dunia. Semua selamat, misi ke Gaza tetap berlanjut
Sejarah Luar Biasa, Relawan Nusantara Bersama 44 Negara Berlayar untuk Palestina
Relawan Nusantara bersama 44 negara siap berlayar dalam Global Sumud Flotilla pada 10 September, membawa doa dan harapan untuk Gaza.
Relawan Nusantara Terjunkan 768 Paket Bantuan Pangan untuk Gaza melalui Airdrop
Relawan Nusantara menyalurkan 768 paket bantuan pangan seberat 15 ton ke Gaza melalui airdrop, wujud kepedulian donatur Indonesia untuk Palestina.
Relawan Nusantara Siap Berlayar Menembus Blokade Gaza, Disambut Hangat Dubes RI di Tunisia
Relawan Nusantara tiba di Tunisia untuk bergabung dengan IGPC, siap berlayar menembus blokade Gaza membawa pesan kemanusiaan dan solidaritas dunia.
Relawan Nusantara Kirim Delegasi ke Tunisia, Bergabung dalam Global Sumud Flotilla untuk Tembus Blokade Gaza
Relawan Nusantara kirim delegasi ke Tunisia, gabung Global Sumud Flotilla tembus blokade Gaza, bawa bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk Palestina
Relawan Nusantara Kawal Pelepasan Global Sumud Flotilla dari Indonesia
Sebanyak 20 relawan Indonesia dilepas dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, membawa bantuan kemanusiaan dan solidaritas. Indonesia kirim 8 kapal, terbanyak kedua setelah Malaysia
Pertanyaan Umum
Apa itu Global Sumud Flotilla?
Global Sumud Flotilla merupakan konvoi damai yang melibatkan aktivis dari 44 negara, termasuk ratusan aktivis, dokter, pengacara, jurnalis, seniman, tokoh masyarakat, dan sosok-sosok berpengaruh dunia. Gerakan ini bukan sekadar pelayaran, tetapi simbol perlawanan damai terhadap pengepungan yang memutus Gaza dari dunia luar. 72 kapal dari berbagai penjuru dunia bersiap menembus blokade dengan satu misi, mengantarkan bantuan dan menyuarakan solidaritas bagi rakyat Palestina.
Apa itu Sumud Nusantara?
Sumud Nusantara adalah gerakan gabungan mewakili negara-negara Asia. Terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Maladewa, Bangladesh, Bhutan, Thailand, Sri Lanka, Nepal, dan Pakistan. Gerakan ini terintegrasi dengan aksi Global Sumud Flotilla yang akan mendobrak blokade di Jalur Gaza.
Apa itu Indonesia Global Peace Convoy (IGPC)?
IGPC (Indonesia Global Peace Convoy) adalah perwakilan resmi dari Indonesia dalam aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Melalui keikutsertaan ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk hadir bersama komunitas internasional dalam menyalurkan bantuan, memperjuangkan solidaritas, serta mendukung upaya damai bagi rakyat Gaza yang terdampak blokade.
Siapa yang terlibat dalam misi ini?
Relawan, dokter, jurnalis, dan aktivis dari 44 negara, termasuk Relawan Nusantara dari Indonesia, bersama koalisi seperti Freedom Flotilla Coalition dan Global Movement to Gaza.
Apa tujuan misi ini?
Menembus blokade ilegal Israel di Gaza, mengantarkan bantuan kemanusiaan, dan menyuarakan keadilan serta solidaritas global untuk rakyat Palestina.
Kapan kapalnya akan berlayar?
Kapal dijadwalkan berlayar pada 4 September sebagai rencana awal, namun keberangkatan sempat diundur ke 7 September dan akhirnya ditetapkan kembali menjadi 10 September.
Bagaimana bantuan akan disampaikan kepada masyarakat di Gaza?
Kapal membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan medis. Setelah mencapai wilayah lepas pantai Gaza, harapannya adalah dapat membuka koridor kemanusiaan laut sehingga bantuan tersebut bisa disalurkan langsung ke dalam Gaza.





