Doa dari Gaza untuk Indonesia: Ketika Mereka yang Terluka Justru Menguatkan Kita yang Sedang Diuji

Dec 8, 2025 | Berita, Blog, kemanusiaan, Palestina

Di sebuah ruangan sederhana di Gaza, tempat cahaya matahari masuk melalui celah kecil di antara bangunan yang tak utuh, suara para pelajar Al-Qur’an bergema lembut. Mereka duduk melingkar, mushaf-mushaf di tangannya, sebagian masih berdebu terkena debu sisa runtuhan. Namun suara mereka tetap jernih. Sejernih harapan yang mereka kirimkan jauh ke Indonesia.

Mereka berdoa untuk kita. Untuk saudara-saudara mereka yang sedang dirundung bencana.Di tengah hidup yang setiap harinya bersisian dengan suara ledakan dan berita kehilangan, anak-anak Gaza masih menyempatkan menundukkan kepala, mengangkat tangan, dan memohon agar negeri Indonesia, yang bahkan tak pernah mereka lihat secara langsung, agar diselamatkan, dilindungi, dan dikuatkan. 

Mereka membaca doa-doa panjang yang terselip harap,
“Ya Allah, Engkau yang Maha Awal dan Maha Akhir… jagalah saudara-saudara kami di Indonesia. Sebagaimana mereka menolong kami di hari-hari paling gelap kami, jadilah Engkau Penolong mereka hari ini. Sembuhkan yang terluka, terimalah yang wafat, dan angkatlah bencana dari negeri mereka.”

Doa itu lahir dari dada kecil yang penuh rasa syukur: karena di saat Gaza tersungkur, Indonesia berdiri bersama mereka. Karena ketika mereka tak lagi punya daya, tangan-tangan dari negeri jauh itu hadir memegang pundak mereka.

Doanya sederhana, tapi mengalir ke relung paling dalam. Karena di balik doa-doa itu, ada cinta yang bertahan melampaui batas-batas geografi. Ada solidaritas yang ditempa oleh rasa sakit yang sama. Kehilangan, ketakutan, harapan, dan iman.

Kebaikan yang Tidak Pernah Berjalan Satu Arah

Di antara majelis-majelis Qur’an yang mereka sebut sebagai tempat paling berkah yang tersisa, anak-anak itu memohon lagi dan lagi:
“Ya Allah, jadikan Indonesia negeri yang aman. Lindungi anak-anaknya. Lapangkan rezeki mereka. Angkatlah bencana dari keluarga kami di sana.”

Keluarga. Begitu mereka menyebut kita. Gaza menyebut Indonesia sebagai keluarga, bukan karena hubungan darah, melainkan karena hubungan doa dan kebaikan yang pernah terasa sampai ke mereka. 

Dan inilah yang membuat setiap doa yang keluar dari lisan mereka terasa sangat berarti. Karena ia datang dari tempat yang paling tau apa arti kehilangan. Dari tempat yang paling paham, bahwa uluran tangan bisa menjadi penyemangat untuk melanjutkan hidup. Dari tempat yang pernah kita bantu, yang kini membalas menguatkan kita dengan apa yang tersisa dari diri mereka, yaitu iman dan keteguhan hati.

Ketika doa itu mengambang di udara, kita sadar satu hal. Bahwa kepedulian tidak pernah berjalan satu arah. Ia selalu menemukan jalan pulang. Kadang dalam bentuk bantuan. Kadang dalam bentuk doa.Dan di situlah letak kekuatan kemanusiaan, bahwa meski bencana meruntuhkan banyak hal, ia tidak pernah bisa meruntuhkan hati yang memilih untuk saling menjaga.

Maka, jika anak-anak Gaza saja, di tengah puing dan abu, terus mendoakan kita tanpa henti, betapa berharganya kesempatan kita yang masih diberi kelapangan untuk kembali membantu mereka. Klik disini untuk ikut mengirimkan cinta untuk saudara kita di Sumatera. Karena kebaikan selalu mencari jalan pulang. Dan hari ini, melalui uluran tangan kita, ia menemukan jalannya menuju mereka yang sedang berjuang memulihkan hidupnya.

Seorang Ayah yang Berangkat Bekerja, Namun Tak Pernah Pulang

Pak Sumarna merupakan petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Pada Jumat malam, 24 Juli 2026, beliau berangkat bekerja seperti hari-hari sebelumnya.

Seperti jutaan kepala keluarga lainnya, beliau meninggalkan rumah dengan harapan sederhana: memastikan istri dan kedua anaknya tetap bisa makan, bersekolah, dan menjalani kehidupan yang layak.

Namun malam itu menjadi perjalanan terakhirnya.

Pak Sumarna meninggal dunia saat menjalankan tugas. Kepergiannya meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang kini harus melanjutkan hidup tanpa sosok ayah sebagai pencari nafkah utama keluarga.

Relawan Nusantara Hadir Menemani Keluarga yang Berduka

Alhamdulillah, berkat amanah dan kepedulian para Sahabat, Relawan Nusantara dapat menyalurkan bantuan kepada keluarga alm. Pak Sumarna di Purwakarta.

Selain memberikan santunan bagi anak yatim, tim juga mengajak sang adik memilih sendiri kebutuhan yang diinginkannya. Dengan wajah penuh antusias, ia memilih mainan, susu, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Momen sederhana tersebut menghadirkan senyum yang perlahan kembali terlihat di wajahnya. Di tengah kehilangan yang begitu besar, perhatian dan kasih sayang menjadi penguat bahwa ia tidak menghadapi semuanya sendirian.

Bantuan yang diberikan bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian bagi anak-anak yang sedang belajar menerima kenyataan hidup.

Ucapan Terima Kasih dari Keluarga

Dengan penuh haru, istri alm. Pak Sumarna menyampaikan rasa syukurnya.

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak. Masya Allah, semoga Relawan Nusantara, para donatur, dan seluruh relawan selalu diberikan keberkahan,” Ujar istri alm. Bapak Sumarna.

Ucapan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, dapat menghadirkan harapan bagi keluarga yang sedang menghadapi masa-masa sulit.

Menjaga Asa Pendidikan Kedua Anak

Salah satu kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah memastikan pendidikan kedua anak alm. Pak Sumarna tetap dapat berjalan.

Sosok yang selama ini menjadi penopang kebutuhan keluarga telah tiada. Dukungan dari masyarakat diharapkan dapat membantu mereka tetap bersekolah dan meraih cita-cita di masa depan.

Semoga alm. Pak Sumarna mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menjalani hari-hari ke depan.

Mari Hadirkan Harapan untuk Anak-Anak yang Kehilangan Orang Tuanya

Duka mungkin tidak dapat dihapus. Namun kepedulian dapat menjadi alasan bagi sebuah keluarga untuk tetap memiliki harapan.

Mari bersama Relawan Nusantara mendampingi anak-anak yang kehilangan sosok ayah agar mereka tetap memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, dan menggapai masa depan yang lebih baik.

Yuk, Klik disini untuk menjadi bagian dari ikhtiar ini dengan mendukung pendidikan dan kebutuhan hidup anak-anak alm. Pak Sumarna.