Palembayan, Sumatera Barat – Pergantian tahun yang seharusnya menjadi momen kebersamaan justru dilalui dengan duka oleh sebagian warga Kecamatan Palembayan. Pasca bencana longsor yang melanda wilayah tersebut, banyak keluarga kehilangan rumah dan harus menjalani hari-hari terakhir di penghujung tahun dalam kondisi penuh keterbatasan.
Di Kampung Tanah Liek dan Kampung Aur, Jorong Silungkang, jejak bencana masih terasa kuat. Rumah-rumah rusak, aktivitas warga terganggu, dan trauma masih membekas, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terdampak secara emosional.
Dalam situasi pasca bencana, kebutuhan anak-anak tidak hanya terbatas pada pangan dan tempat tinggal. Rasa takut, cemas, dan kehilangan ruang aman menjadi beban yang sering kali tak terlihat. Jika tidak ditangani, kondisi psikologis ini dapat memengaruhi tumbuh kembang dan masa depan mereka.
Menyadari hal tersebut, Relawan Nusantara hadir membawa pendekatan pemulihan yang lebih menyeluruh. Tidak hanya memulihkan fisik, tetapi juga menguatkan mental dan emosi anak-anak penyintas.
Dukungan Psikososial: Ruang Aman untuk Tertawa Kembali
Pada 31 Desember 2025, Relawan Nusantara melaksanakan kegiatan dukungan psikososial bersama anak-anak penyintas longsor di Palembayan. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk kembali bermain, tertawa, dan mengekspresikan perasaan mereka setelah melewati peristiwa traumatis.
Melalui permainan, interaksi hangat, dan kebersamaan sederhana, anak-anak perlahan kembali menemukan rasa aman. Tawa yang sempat hilang mulai terdengar lagi, menjadi tanda kecil bahwa proses pemulihan sedang berjalan.
“Tahun baru kali ini mungkin tanpa rumah yang utuh, namun kami ingin memastikan anak-anak tetap merasakan kehangatan, perhatian, dan rasa aman,” ungkap salah satu relawan di lokasi.
Paket Makan Tambahan dan Kebersamaan di Malam Pergantian Tahun
Selain dukungan psikososial, Relawan Nusantara juga mendistribusikan Paket Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak dan keluarga penyintas. Bantuan ini membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus meringankan beban orang tua di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.
Malam pergantian tahun pun diisi dengan momen kebersamaan sederhana bakar jagung bersama. Aktivitas ini bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan harapan baru di tengah situasi sulit. Di antara api kecil dan tawa anak-anak, terselip harapan bahwa masa depan masih bisa ditata kembali.
Kehadiran Relawan Nusantara tidak hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga memberi dukungan moral bagi seluruh warga penyintas. Di tengah keterbatasan, kehadiran relawan menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri menghadapi dampak bencana.
Pemulihan pasca bencana memang membutuhkan waktu panjang. Namun, senyum anak-anak yang kembali merekah menjadi bukti bahwa langkah kecil seperti hadir, peduli, dan menemani, dapat membawa dampak besar bagi proses bangkitnya sebuah komunitas.
Bersama, Kita Jaga Harapan Anak-anak Penyintas
Relawan Nusantara meyakini bahwa pemulihan sejati dimulai dari hati yang dikuatkan. Selama anak-anak masih bisa tertawa, bermain, dan merasa aman, harapan untuk masa depan yang lebih baik akan tetap hidup.
Dukungan sahabat memungkinkan kegiatan seperti ini bisa terus berjalan. Memberi ruang aman, memulihkan trauma, dan menjaga harapan anak-anak penyintas bencana. Klik disini untuk terus mengalirkan kepedulian. Setiap donasi yang sahabat berikan adalah bagian dari senyum, tawa, dan masa depan anak-anak Palembayan yang sedang bangkit.
