Ketika anak-anak membutuhkan ruang untuk belajar, keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti.
Semangat itulah yang mempertemukan Relawan Nusantara, CV. Aruna Laut Sejahtera, para guru, orang tua, dan masyarakat di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Mujahidin Arabi, Kampung Golonggerok, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.
Selama 21–22 September 2026, banyak tangan bergerak bersama untuk menghadirkan enam ruang kelas darurat yang nantinya digunakan oleh para siswa MIS Mujahidin Arabi.
Pentingnya Sekolah Darurat Manggarai Timur bagi Anak-Anak
Bagi sebuah sekolah, ruang kelas bukan sekadar bangunan.
Di sana anak-anak duduk bersama teman-temannya, membaca, menulis, bertanya kepada guru, dan perlahan mengenal dunia. Di ruang yang sederhana itu pula, mimpi-mimpi mereka tumbuh.
Karena itu, kehadiran ruang kelas darurat menjadi bagian penting agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan dalam kondisi yang lebih layak dan nyaman.
Ada anak-anak yang tetap ingin belajar. Ada guru yang tetap ingin mengajar. Maka, ruang untuk keduanya pun perlu dihadirkan.
Angin Kencang Tak Menghentikan Langkah Pembangunan Sekolah Darurat
Membangun di lapangan tentu tidak selalu mudah.
Selama proses pengerjaan, angin kencang menjadi salah satu kondisi yang harus dihadapi. Namun, tantangan tersebut tidak membuat langkah berhenti.
Material diangkat bersama. Pekerjaan dikerjakan bersama. Satu bagian diselesaikan, lalu dilanjutkan ke bagian berikutnya.
Tidak ada batas antara siapa yang datang sebagai relawan dan siapa yang merupakan bagian dari sekolah. Para guru, orang tua, masyarakat sekitar, dan relawan mengambil peran masing-masing.
Semua bergerak untuk satu tujuan yang sama: menyiapkan ruang belajar bagi anak-anak.
Enam Ruang Kelas dari Semangat Gotong Royong
Sebanyak 84 siswa dan 10 guru menjadi penerima manfaat langsung dari enam ruang kelas darurat yang dibangun.
Di sisi lain, 20 masyarakat sekitar turut terlibat langsung dalam proses pengerjaan.
Angka-angka tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya ada waktu yang diluangkan, tenaga yang diberikan, dan kepedulian yang tumbuh ketika banyak orang memilih untuk ikut mengambil bagian.
Inilah gotong royong. Ketika kebutuhan satu tempat menjadi kepedulian banyak orang.
Harapan Baru bagi Pendidikan di Kampung Golonggerok
Dua hari mungkin terasa singkat untuk sebuah pembangunan.
Namun selama dua hari itu, ada banyak hal yang ikut dibangun: bukan hanya ruang kelas, tetapi juga rasa percaya bahwa anak-anak di Kampung Golonggerok tetap berhak memiliki tempat yang layak untuk belajar.
CV. Aruna Laut Sejahtera dan Relawan Nusantara berharap enam ruang kelas tersebut dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi para siswa, sekaligus mendukung para guru dalam menjalankan proses pendidikan.
Sebab, membangun sekolah bukan hanya tentang mendirikan ruang untuk belajar.
Di sana, kita sedang ikut menjaga agar mimpi anak-anak untuk terus belajar tidak ikut terhenti. Mari bangun kembali sekolah di NTT!
