Gempa telah berlalu, tetapi bagi banyak keluarga di Flores, kehidupan belum sepenuhnya kembali seperti semula.
Pada 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Flores. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut juga memicu peringatan dini tsunami yang kemudian dinyatakan berakhir pada pagi hari yang sama.
Guncangan tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur. BNPB mencatat tujuh kabupaten terdampak, dengan kerusakan rumah yang mencapai puluhan ribu unit. Data sementara per 24 Agustus mencatat 77.912 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 24.597 rusak berat, 18.537 rusak sedang, dan 34.778 rusak ringan.
Hingga awal September, proses pendataan dan verifikasi kerusakan masih terus dilakukan. Artinya, bagi masyarakat terdampak, perjalanan untuk kembali pulih masih panjang.
Di tengah kondisi tersebut, Relawan Nusantara terus hadir bersama masyarakat.
Hingga September 2026, Relawan Nusantara telah menyalurkan bantuan di lima kabupaten terdampak di NTT, yaitu Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada.
Dari berbagai penyaluran tersebut, bantuan telah menjangkau 20.636 keluarga.
Dari Air Bersih hingga Makanan untuk Keluarga
Pada masa awal bencana, kebutuhan paling sederhana justru menjadi yang paling mendesak: air untuk diminum, makanan untuk keluarga, tempat untuk beristirahat, dan perlengkapan untuk bertahan di tengah kondisi yang berubah.
Relawan Nusantara bersama para mitra dan donatur berupaya memenuhi kebutuhan tersebut melalui berbagai bentuk bantuan.
Hingga saat ini, tercatat telah disalurkan:
Di balik angka-angka tersebut ada kebutuhan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ada keluarga yang membutuhkan air untuk memasak. Ada anak-anak yang tetap membutuhkan makanan bergizi. Ada bayi yang membutuhkan perlengkapan dasar. Ada keluarga yang harus tidur dengan alas seadanya setelah rumah mereka rusak.
Bantuan mungkin terlihat sederhana.
Namun bagi mereka yang sedang kehilangan banyak hal, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melewati hari demi hari.
Ketika Pemulihan Mulai Berjalan
Memasuki fase setelah tanggap darurat, kebutuhan masyarakat pun mulai berkembang.
Bukan hanya makanan dan tempat berlindung, tetapi juga bagaimana anak-anak kembali belajar, bagaimana keluarga kembali memiliki ruang hidup yang layak, bagaimana kesehatan masyarakat dijaga, dan bagaimana aktivitas sosial dapat perlahan berjalan kembali.
Di sinilah proses pemulihan menjadi penting.
Dan bagi Relawan Nusantara, pemulihan berarti memastikan bantuan tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir.
Membantu Anak-anak Kembali Belajar
Gempa juga meninggalkan dampak pada aktivitas pendidikan.
Data BNPB dan sistem pemantauan pendidikan menunjukkan bahwa kerusakan dan gangguan terhadap satuan pendidikan masih menjadi bagian dari proses pemulihan di wilayah terdampak.
Relawan Nusantara turut merespons kebutuhan tersebut melalui 12 titik sekolah darurat, dengan 51 ruang kelas dalam proses pembangunan, serta penyaluran perlengkapan pendidikan berupa ATK.
Bagi anak-anak, sekolah bukan hanya tempat untuk belajar. Sekolah adalah ruang untuk kembali bertemu teman, bermain, dan merasakan bahwa kehidupan perlahan mulai berjalan kembali.
Karena itu, memastikan anak-anak dapat kembali belajar menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana.
Menjaga Kesehatan dan Menguatkan Penyintas
Pemulihan juga tidak dapat dipisahkan dari kesehatan.
Relawan Nusantara telah menghadirkan 4 titik layanan kesehatan serta 5 titik layanan psikososial bagi masyarakat terdampak.
Dukungan psikososial menjadi penting karena bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan yang terlihat. Rasa takut, kehilangan, dan perubahan kehidupan sehari-hari juga menjadi pengalaman yang harus dilalui oleh para penyintas.
Di sisi lain, kebutuhan bayi, anak-anak, dan kelompok rentan juga menjadi perhatian melalui penyaluran Baby Kit, PMT, obat-obatan, dan berbagai perlengkapan dasar.
Sedikit demi sedikit, masyarakat didampingi untuk kembali menjalani kehidupan.
Memulihkan Ruang Ibadah dan Ruang Bersama
Di beberapa wilayah, kebutuhan masyarakat juga menyentuh ruang-ruang yang menjadi bagian dari kehidupan bersama.
Relawan Nusantara turut mendukung bangun masjid darurat sebagai bagian dari upaya menghadirkan kembali ruang ibadah dan ruang berkumpul bagi masyarakat.
Sebab setelah bencana, yang perlu dibangun kembali bukan hanya bangunan. Ada ruang untuk beribadah, berkumpul, berbicara, dan saling menguatkan yang juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Lima Kabupaten, Satu Harapan
Perjalanan respons Relawan Nusantara di NTT telah menjangkau lima kabupaten:
Nagekeo, Sikka, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada.
Setiap wilayah memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda.
Di satu tempat, masyarakat membutuhkan air bersih. Di tempat lain, keluarga membutuhkan bahan pangan. Ada anak-anak yang membutuhkan ruang belajar sementara. Ada keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan. Ada pula masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk kembali menguat setelah mengalami situasi yang tidak mudah.
Karena itu, bantuan tidak berhenti pada satu jenis kebutuhan. Relawan Nusantara berupaya menyesuaikan dukungan dengan kondisi masyarakat di lapangan.
Hingga kini, 20.636 keluarga telah terjangkau bantuan dalam rangkaian respons gempa Flores di NTT.
Namun angka tersebut bukanlah akhir dari perjalanan. Ia adalah catatan tentang sejauh mana bantuan telah sampai, sekaligus pengingat bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan.
Dari Tanggap Darurat Menuju Pemulihan
Gempa besar yang mengguncang Flores pada Agustus lalu telah mengubah banyak hal dalam kehidupan masyarakat.
Kini, ketika fase tanggap darurat segera berlalu, pekerjaan besar berikutnya adalah membantu masyarakat membangun kembali kehidupannya.
BNPB sendiri masih melakukan proses verifikasi kerusakan rumah. Per 7 September, baru sekitar setengah dari data awal rumah terdampak yang telah melalui proses verifikasi dan validasi, sehingga angka kerusakan masih dapat berubah seiring pendataan di lapangan.
Artinya, kebutuhan pemulihan masih akan berjalan.
Relawan Nusantara akan terus berupaya hadir bersama masyarakat dan berbagai pihak untuk mendukung proses tersebut—dari kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, hingga pemulihan ruang hidup masyarakat.
Karena setelah bencana, pulih bukan berarti sekadar berdiri kembali.
Pulih berarti perlahan bisa makan dengan tenang, tidur dengan aman, belajar kembali, bekerja kembali, dan menjalani hari tanpa terus dihantui kehilangan.
Dan untuk sampai ke sana, masyarakat NTT tidak harus berjalan sendirian.
Terima kasih kepada seluruh mitra, donatur, relawan, dan semua pihak yang telah menitipkan kepedulian melalui Relawan Nusantara.
Kebaikan yang diberikan telah sampai menjadi air, makanan, ruang belajar, layanan kesehatan, perlengkapan bayi, tempat beristirahat, hingga dukungan untuk menguatkan kembali masyarakat.
Perjalanan pemulihan masih panjang. Mari tetap hadir, sampai mereka benar-benar pulih. Bantu pemulihan NTT sekarang.

