Respons Belum Selesai, Relawan Nusantara Terus Dampingi Penyintas Gempa NTT

Sep 4, 2026 | Bencana, Berita, Blog

NUSA TENGGARA TIMUR — Lebih dari dua pekan setelah gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), kehidupan masyarakat terdampak belum sepenuhnya kembali seperti semula.

Sebagian warga masih bertahan di pengungsian karena rumah mengalami kerusakan atau kondisi lingkungan belum memungkinkan untuk kembali. Hingga akhir Agustus 2026, BNPB mencatat sekitar 188.161 jiwa masih berada di posko pengungsian di berbagai wilayah terdampak gempa NTT. Kabupaten Nagekeo dan Manggarai menjadi dua wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar, masing-masing mencapai lebih dari 50 ribu jiwa berdasarkan data BNPB per 30 Agustus 2026. 

Pemerintah Provinsi NTT memperpanjang masa tanggap darurat gempa bumi selama 14 hari, terhitung 29 Agustus hingga 12 September 2026. Di tengah situasi tersebut, Relawan Nusantara (RN) terus melanjutkan respons kemanusiaan melalui posko lapangan di NTT. Hingga saat ini, bantuan RN telah menjangkau 14.051 keluarga di wilayah terdampak.

Dari Air Bersih hingga Layanan Kesehatan

Respons yang dilakukan tidak hanya berfokus pada satu jenis bantuan. Kebutuhan masyarakat di pengungsian sangat beragam, mulai dari makanan, air bersih, kebutuhan bayi hingga dukungan kesehatan dan psikososial.

Berdasarkan catatan respons Relawan Nusantara, bantuan yang telah diberikan meliputi:

Infografis pencapaian bantuan Relawan Nusantara untuk penyintas gempa NTT mencakup air bersih, bahan pangan, dan layanan kesehatan.

Dukungan tersebut disalurkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masih berada dalam situasi darurat.

Di sejumlah wilayah, kebutuhan terhadap layanan non-logistik juga semakin penting. Anak-anak, perempuan, lansia, dan kelompok rentan membutuhkan ruang yang aman sekaligus pendampingan untuk menghadapi dampak psikologis setelah bencana.

Hal ini sejalan dengan kondisi di lapangan. Pada awal September, layanan dukungan psikososial masih diberikan kepada anak-anak penyintas gempa di Manggarai Timur untuk membantu mengurangi kecemasan dan memulihkan kondisi emosional mereka.

Kebutuhan Darurat Belum Berakhir

Warga lansia penerima manfaat bantuan logistik dan alas tidur dari Relawan Nusantara di posko pengungsian gempa NTT.

Meski berbagai bantuan pemerintah dan lembaga kemanusiaan terus berdatangan, kebutuhan masyarakat belum berhenti. Pemerintah sendiri masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat, termasuk pangan, tempat tinggal sementara, air, serta perlengkapan kedaruratan.

Karena itu, bantuan yang paling dibutuhkan saat ini bukan hanya bantuan sesaat, tetapi dukungan yang dapat menjaga keluarga penyintas tetap bertahan selama masa pengungsian.

Beberapa kebutuhan yang masih menjadi prioritas antara lain:

  1. Pangan dan makanan siap saji
    Keluarga yang masih berada di pengungsian membutuhkan makanan yang mudah dikonsumsi dan dapat memenuhi kebutuhan gizi, termasuk makanan untuk anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
  2. Air bersih dan air minum
    Ketersediaan air menjadi kebutuhan mendasar untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan menjaga kebersihan di lokasi pengungsian.
  3. Baby kit dan kebutuhan anak
    Popok, perlengkapan bayi, susu sesuai kebutuhan, pakaian, serta kebutuhan kebersihan anak menjadi penting bagi keluarga yang kehilangan akses terhadap perlengkapan rumah tangga.
  4. Hygiene kit
    Sabun, pembalut, sikat dan pasta gigi, perlengkapan mandi, serta kebutuhan kebersihan lainnya diperlukan untuk mencegah munculnya masalah kesehatan di pengungsian.
  5. Alas tidur, selimut, terpal, dan tempat berlindung sementara
    Sebagian warga masih membutuhkan perlengkapan untuk membuat tempat tinggal sementara yang lebih layak dan terlindung dari cuaca.
  6. Layanan kesehatan
    Obat-obatan, pemeriksaan kesehatan, serta layanan medis tetap dibutuhkan karena masyarakat hidup dalam kondisi darurat dan akses terhadap fasilitas kesehatan dapat berbeda di setiap wilayah.
  7. Dukungan psikososial
    Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut rumah dan kebutuhan fisik. Anak-anak dan keluarga yang mengalami ketakutan, kehilangan, maupun perubahan hidup akibat gempa juga membutuhkan pendampingan.

Dua Pos Lapangan, Satu Semangat untuk NTT

Tim Relawan Nusantara berfoto di depan Pos Lapangan Bantuan Gempa NTT.

Saat ini, Relawan Nusantara menjalankan respons melalui pos lapangan yang berada di Kelurahan Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, serta Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Kedua wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya RN untuk memastikan bantuan tidak berhenti pada penyaluran logistik, tetapi terus mengikuti kebutuhan masyarakat yang berkembang.

Di Nagekeo, pemerintah daerah juga masih melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak gempa. Sementara itu, aktivitas bantuan di Manggarai Timur terus mencakup kebutuhan fisik sekaligus pemulihan psikososial masyarakat.

Respons mungkin sudah berjalan, tetapi pemulihan belum selesai.

Di balik setiap angka penerima manfaat, ada keluarga yang masih menata kembali kehidupan. Ada orang tua yang berusaha memastikan anaknya tetap makan, ada bayi yang membutuhkan perlengkapan dasar, dan ada warga yang masih tidur di tempat pengungsian karena belum merasa aman untuk kembali.

Karena itu, Relawan Nusantara mengajak para donatur, mitra, relawan, dan masyarakat luas untuk terus membersamai penyintas gempa NTT.

Kebaikan yang diberikan hari ini bukan hanya membantu mereka melewati masa darurat, tetapi menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk kembali bangkit.

Bantu Penyintas Gempa NTT Bertahan dan Bangkit. Kebutuhan mereka masih terus bergerak. Mari hadirkan pangan, air bersih, perlengkapan bayi, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial bagi keluarga terdampak gempa NTT.

Jadilah Bagian Aksi Kemanusiaan

Setiap bantuan Anda menghadirkan harapan, melindungi mereka yang rentan, dan membantu masyarakat terdampak untuk kembali bangkit.