Makna Agung Peristiwa Isra Mi‘raj
Isra Mi‘raj merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Peristiwa ini bukan sekadar kisah perjalanan Rasulullah ﷺ dari bumi ke langit, melainkan mengandung pesan mendalam tentang hubungan antara hamba dan Tuhannya. Menjelang Isra’ Miraj di hari Jumat, 16 Februari 2026 mendatang, mari kita ingat kembali kisah Isra Mi‘raj, yang dari sinilah umat Islam menerima hadiah terbesar berupa kewajiban shalat, yang hingga kini menjadi fondasi utama kehidupan spiritual seorang muslim.
Latar Belakang Sejarah Isra Mi‘raj
Peristiwa Isra Mi‘raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah ﷺ, yakni pada periode yang dikenal sebagai ‘Amul Huzn atau Tahun Kesedihan. Pada masa ini, Rasulullah kehilangan dua sosok yang paling mendukung perjuangan dakwahnya, yaitu Khadijah binti Khuwailid dan Abu Thalib. Selain itu, penolakan keras yang beliau terima di Thaif semakin memperdalam luka batin Rasulullah. Dalam kondisi penuh kesedihan itulah, Allah ﷻ memperjalankan hamba-Nya dalam sebuah perjalanan agung sebagai bentuk penghiburan, penguatan, dan pemuliaan.
Peristiwa Isra, Perjalanan Malam Menuju Masjidil Aqsha
Isra Mi‘raj terbagi menjadi dua rangkaian peristiwa. Isra adalah perjalanan Rasulullah ﷺ pada suatu malam dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Perjalanan ini ditempuh dalam waktu singkat dengan kendaraan bernama Buraq, ditemani Malaikat Jibril. Peristiwa ini ditegaskan langsung oleh Allah ﷻ dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1, yang berbunyi,
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Peristiwa Mi‘raj, Naik ke Langit dan Perintah Shalat
Setelah sampai di Masjidil Aqsha, Rasulullah ﷺ kemudian melanjutkan perjalanan Mi‘raj, yaitu naik ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan ini, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu di setiap lapisan langit. Puncak dari Mi‘raj adalah ketika Rasulullah ﷺ menerima perintah shalat langsung dari Allah ﷻ, tanpa perantara wahyu sebagaimana ibadah lainnya. Awalnya, shalat diwajibkan sebanyak lima puluh kali dalam sehari semalam, hingga akhirnya diringankan menjadi lima waktu dengan pahala tetap setara lima puluh.
Keutamaan Isra Mi‘raj bagi Umat Islam
Keutamaan Isra Mi‘raj sangat besar bagi umat Islam. Peristiwa ini menunjukkan kedudukan shalat sebagai ibadah paling agung dan paling utama. Shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana pertemuan antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Isra Mi‘raj juga menjadi bukti nyata kekuasaan Allah ﷻ yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, sekaligus ujian keimanan bagi manusia. Tidak semua orang mampu menerima peristiwa luar biasa ini, sehingga Isra Mi‘raj menjadi pembeda antara iman yang kokoh dan keraguan.
Hikmah Isra Mi‘raj dalam Kehidupan Sehari-hari
Hikmah Isra Mi‘raj sangat relevan dengan kehidupan umat Islam hingga hari ini. Peristiwa ini mengajarkan bahwa kesulitan hidup bukanlah tanda Allah meninggalkan hamba-Nya. Justru setelah kesabaran dan keteguhan, pertolongan Allah datang dengan cara yang tidak terduga. Isra Mi‘raj juga mengajarkan bahwa sebelum seorang hamba “diangkat” derajatnya, ia harus menapaki bumi dengan kesabaran, ketaatan, dan keikhlasan. Bagi orang beriman, shalat menjadi mi‘raj harian, tempat jiwa beristirahat dari lelahnya dunia.
Amalan yang Dianjurkan dalam Peringatan Isra Mi‘raj
Dalam memperingati Isra Mi‘raj, tidak terdapat ibadah khusus yang diwajibkan secara syariat. Namun, para ulama menganjurkan agar momen ini dijadikan sebagai waktu untuk memperbaiki kualitas ibadah, terutama shalat. Memperbanyak dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ juga menjadi amalan yang baik untuk menghidupkan makna Isra Mi‘raj dalam kehidupan sehari-hari. Inti dari semua amalan tersebut adalah memperkuat hubungan dengan Allah dan meningkatkan kesadaran spiritual.
Doa yang Dianjurkan pada Momen Isra Mi‘raj
Doa juga menjadi bagian penting dalam peringatan Isra Mi‘raj. Umat Islam dianjurkan memohon agar Allah menolong mereka untuk selalu mengingat-Nya, bersyukur atas nikmat-Nya, dan memperbaiki kualitas ibadah. Doa agar shalat menjadi penyejuk hati dan sumber ketenangan jiwa juga sangat relevan dengan pesan utama Isra Mi‘raj.
Penutup: Isra Mi‘raj sebagai Pengingat Sepanjang Zaman
Pada akhirnya, Isra Mi‘raj bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun. Ia adalah pengingat abadi bahwa jalan menuju Allah selalu terbuka melalui shalat dan ketaatan. Jika Rasulullah ﷺ dimuliakan dengan perjalanan ke langit, maka umatnya dimuliakan dengan kesempatan untuk bersujud lima kali sehari. Semoga peringatan Isra Mi‘raj mampu menghidupkan kembali kesadaran kita tentang makna shalat, kesabaran dalam ujian, dan harapan akan rahmat Allah ﷻ.
