SEPATU ANAK NUSANTARA : PEMBANGKIT SEMANGAT MERAIH PRESTASI UNTUK FERDY, ADIT, KIKI DAN RIANI

PALEMBANG – Raut muka Ferdy dan Adit begitu ceria. Langkahnya cepat ke sana kemari, sesekali bersenda gurau satu sama lain. Kedua anak laki-laki berusia 6 tahun ini baru terima rapor hari Sabtu lalu (17/06) dan akan naik ke kelas II Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Palembang.

Ferdy anak keempat dari lima bersaudara, ayahnya seorang penjaga warung makan yang juga pengendara ojek dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Sementara itu, Adit anak pertama dari dua bersaudara, ayahnya seorang tukang jahit dan ibunya juga seorang ibu rumah tangga.

Berbeda halnya dengan Riani dan Kiki. Meski tampak lebih pendiam, senyum bahagia sesekali menghiasi wajah keduanya. Riani akan naik ke kelas VI SD Negeri 127 Palembang, sementara Kiki akan naik ke kelas IX SMP Negeri 3 Palembang.

Riani sulung dari dua bersaudara. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai penjaga dan petugas kebersihan sekolah. Sedangkan ibunya mencuci dan menyeterika pakaian di rumah tetangga. Tak jauh berbeda, ibunda Kiki juga mencuci dan menyeterika pakaian di rumah tetangga. Bahkan sore hari, Kiki menyempatkan diri untuk membantu ibunya bekerja. Ayah Kiki sudah meninggal ketika anak ketiga dari empat bersaudara ini berusia 3 tahun.

Ada lagi Nopri, teman sebaya Ferdy dan Adit, namun berbeda sekolah. Nopri akan naik ke kelas II SD Negeri 127 Palembang. Kedua orang tuanya sudah berpisah. Ia kini tinggal bersama ibu dan nenek di rumah kontrakan sederhana. Sang ibu memenuhi kebutuhan Nopri dengan menjadi asisten rumah tangga.

Kelima anak tersebut oleh tim Relawan Nusantara Palembang sebelumnya telah disurvei untuk menjadi bagian dari program Sepatu Anak Nusantara. Tak hanya berprestasi secara akademik yang ditunjukkan dengan ranking di kelas, tetapi juga baik dalam hal agama. Meski usianya baru 14 tahun, Kiki dipercaya oleh gurunya untuk membantu teman-temannya mengaji. Atau seperti Adit, yang sudah mampu menghafal dengan baik beberapa surat dalam Juz ‘Amma, mulai dari Surat An-Naas hingga Surat At-Takatsuur.

Walau secara ekonomi termasuk dalam keluarga pra sejahtera, kelimanya selalu semangat mengejar cita-cita. Berjalan kaki pagi-pagi sekali menuju sekolah agar tidak terlambat. Ada yang ingin menjadi dokter, polisi, dan insinyur. Sepatu adalah salah satu harapan mereka untuk dapat terus menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Pada hari Rabu (21/06), enam orang Relawan Nusantara Palembang mengajak Ferdy, Adit, Kiki, dan Riani, untuk membeli sepatu baru. Sepulang dari sebuah pusat perbelanjaan, kami menuju Masjid Agung Palembang untuk sama-sama menunaikan shalat zhuhur. Baru setelahnya, dilakukan penyerahan sepasang sepatu dan kaos kaki sebagai hadiah kenaikan kelas dengan nilai yang memuaskan untuk mereka berempat. Lalu untuk Nopri yang baru saja dikhitan, tim relawan mendatangi ke rumahnya untuk memberikan hadiah tersebut.

“Alhamdulillah, semester ini saya dapat ranking satu lagi. Terima kasih untuk kakak-kakak relawan, sepatu saya sudah lima kali ditambal, jadi sepatu baru ini hadiah yang berkesan untuk saya,” kata Kiki mewakili teman-temannya penerima manfaat program Sepatu Anak Nusantara

Related posts:

wheels happy
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
8 + 26 =